https://mbludus.com/mahkota-ratu-semut/
Di suatu kerajaan semut hiduplah seekor semut merah bernama
Vino. Vino seekor semut pemberani, giat bekerja dan jujur. Dia dan bersama rakyat
semut bekerja mempersiapkan pesta musim panen. Para semut bergotong-royong membawa
makanan dari hutan. Mereka berbaris melakukan estafet dari semut satu ke semut lain,
lainnya sibuk memanggul makanan dan menyimpannya di gudang. Pesta itu akan dihadiri
bangsa serangga kecuali semut hitam. Tiba-tiba ratu semut memanggil Vino datang
ke istana.
“ Selama pagi ratu sekiranya ada apa ratu memanggil hamba”?
tanya Vino.
“Aku mendengar dari rakyat kamu sangat pemberani, aku ingin
kamu merebut kembali mahkotaku yang direbut rakyat semut hitam. Mereka adalah serangga
yang kejam, para bangsa serangga membenci mereka. Kerajaan mereka berada di pohon
Alora tengah hutan.”
“Hamba siap melaksankan titah ratu!”
“Tapi ingat semut hitam adalah musuh kita. Kamu harus berhati-hati.
Aku ingin kamu kembali dengan selamat membawa mahkota itu.”
“Siap hamba berjanji akan kembali sebelum pesta dimulai.”
Esok pagi Vino berangkat mencari Pohon Alora ke hutan.
Di perjalanan dia melihat burung berkelahi dengan seekor ular. Sayap burung terluka
dia tak dapat terbang menyelamatkan diri dari serangan ular. Vino merasa kasihan
dia mencari cara menolong burung. Vino melihat ke atas ada ranting pohon yang rapuh.
Dia memanjat pohon itu. Dia gigit dahan rapuh pohon itu. Dia gigit terus menerus
sampai giginya berdarah. Hingga akhirnya dahan itu roboh jatuh menimpa kepala ular.
Ular mati seketika. Burung bersukur selamat dari maut.
“Akhirnya kamu selamat burung,” suara Vino serak karena
mulutnya terluka.
Burung mencari sumber suara. Dia melihat seekor semut merah
tergeletak di dahan yang jatuh tadi.
“Ternyata tadi kamu yang menolongku ya? Terima kasih,”
ucap burung.
Vino hanya mengangguk. Vino tidak bisa berkata karena mulutnya
terluka.
Burung membawa Vino ke sarangnya di atas pohon. Burung
terbang pelan karena sayapnya pun terluka. Selama tiga hari Vino dan burung mengobati
luka mereka. Setelah sembuh Vino pamit meneruskan perjalanan menuju pohon Alora. Burung menawarkan diri mengantar Vino.
“Pohon Alora itu dihuni oleh kerajaan semut hitam yang
kejam. Bangsa burung pun tidak pernah singgah di pohon itu.” kata burung.
“Aku tahu ini beresiko tapi aku akan ke sana mengambil
mahkota ratuku. Meski harus kehilangan nyawa misi ini akan aku tunaikan demi kehormatan
bangsa semut merah!“
“Kamu bisa mati sia-sia berangkat sendiri ke sana. Aku
memuji keteguhan hatimu, aku akan berbicara kepada bangsa burung apakah mereka bisa
membantu.”
Para burung setuju membantu Vino. Mereka pun sudah sejak
lama ingin mengalahkan kerajaan semut hitam yang kejam.
Esok harinya burung membawa Vino terbang menuju Pohon Alora.
Sementara gerombolan burung terbang di belakang. Sesampainya di Pohon Alora, Vino
masuk ke istana didampingi oleh burung. Sementara gerombolan burung bersembunyi
di balik pohon-pohon lain di hutan.
Vino langsung menghadap ratu semut hitam.
“Kedatangan hamba ingin mengambil kembali mahkota ratu
semut merah yang telah direbut semut hitam”, kata Vino.
“Mahkota ini milik kami! Kamu meminta mahkota ini sama
saja melawan kami, prajurit serang dia!”
Ribuan semut hitam menyerang Vino dan burung. Burung membawa
Vino terbang tapi gerbang istana pohon telah ditutup. Mereka terperangkap. Mereka
bertahan dan terus menyerang semut hitam dengan sisa tenaga. Pertarungan yang tidak
seimbang membuat Vino dan burung terluka parah.
Di lain tempat, gerombolan burung melihat keanehan gerbang
istana pohon Alora tertutup. Para burung curiga lalu terbang menuju istana, mereka
berhasil membobol gerbang istana.
Semangat Vino bangkit kembali. Dia mengkomandai para burung.
Terjadilah pertarungan antara prajurit semut hitam dengan para burung. Ratusan burung
mengeluarkan jurus angin, mereka membantuk barisan lalu mengibaskan para semut hitam.
Seketika istana porak-poranda. Banyak semut hitam mati dan terluka parah. Melihat
istananya hancur akhirnya ratu semut hitam mengaku kalah.
“Aku meyerah dan minta maaf
atas semua kesalahanku kepada kerajaan semut merah dan kerajaan burung, aku kembalikan
mahkota ini kepada kerajaan semut merah.”
“Baiklah ratu aku menerima
mahkota ini, aku mewakili bangsaku juga meminta maaf telah merusak istana ratu”,
kata Vino.
Sejak saat itu bangsa semut
merah, semut hitam dan burung bersahabat. Setelah misi selesai Vino kembali ke kerajaannya
dengan membawa mahkota untuk dihadiahkan kepada ratu semut merah.
Pesan moral : keberhasilan
dapat dicapai dengan tekad kuat dan keberanian dalam diri

Komentar
Posting Komentar