Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) tahun 2025,
sekitar 400.000 anak-anak dan remaja berusia 0-19 tahun mengidap kanker setiap
tahun. Di Indonesia, menurut dari Global Cancer Observatory (Globocan) pada tahun
2020, terdapat sekitar 11.156 pasien kanker anak baru setiap tahunnya. Dari
angka tersebut, Leukemia menempati posisi pertama dengan 3.880 pasien (34,8%),
kanker getah bening sekitar 640 pasien (5,7%), dan kanker otak 637 pasien
(5,7%). Sementara itu, angka kesembuhan kanker anak di Indonesia kurang dari
30% kasus. Hal ini umumnya disebabkan oleh keterlambatan diagnosis karena
gejala dini kanker anak tidak dikenali, sehingga pengobatannya pun tidak
optimal.
Penyebab Kanker
pada Anak
Penyebab kanker pada anak belum bisa diketahui secara pasti. Namun secara tidak langsung terpengaruhi dari mutasi genetik baik bawaan atau spontan. Faktor lingkungan juga turut memengaruhi seperti lingkungan yang terpapar radiasi aktif yang memicu sel kanker tumbuh.
Misalnya saat ibu hamil menjalani sinar-X/CT scan). Paparan
asap rokok atau bahan kimia berbahaya di lingkungan sekitar.
Secara
singkat penyebab kanker pada anak dipengaruhi oleh empat factor, yaitu genetic,
radiasi, virus dan zat kimia
Gejala Kanker pada Anak
Gejala kanker pada anak dapat bervariasi tergantung pada jenis kanker yang
diderita dan di mana kanker tersebut menyebar. Namun, secara umum, terdapat
beberapa gejala umum yang dapat muncul pada anak yang mengalami kanker,
diantaranya seperti:
1.
Pucat, memar, atau pendarahan dan
nyeri pada tulang.
2.
Munculnya benjolan atau
pembengkakan yang tidak terasa nyeri dan tanpa demam atau adanya tanda infeksi
yang lain.
3.
Terjadi penurunan berat badan
pada anak
4.
Demam tanpa sebab yang jelas
5.
Batuk yang menetap atau sesak
napas dan berkeringat di malam hari.
6.
Adanya perubahan yang terjadi
pada mata, seperti terlihat manik putih atau juling
7.
Hilangnya penglihatan dan memar
atau bengkak pada sekitar mata
8.
Perut membuncit
9.
Sakit kepala yang menetap atau
berat
Pengobatan dan Penanganan
Pengobatan dan penanganan kanker pada anak menyesuaikan
dengan jenis kanker dan gejalanya. Pengobatan paling tepat dengan memberikan
pelayanan kesehatan secara tepat dan maksimal.
Dukungan Keluarga
Kehadiran keluarga memberikan energy positif terbaik bagi
anak penderita kanker. Dukungan moral yang kasat masa menjadi obat terbaik
untuk anak.
Kehadiran ibu menjadi penopang utama semangat anak dalam
berjuang melawan kanker. Ibu yang paling peka terhadap perubahan fisik dan
psikis yang dialami anak.
Kehadiran ayah menjadi eksekutor pengambil keputusan
terbaik. Ayah berperan menjaga stabilitas emosional keluarga. Agar keluarga
tidak larut dalam kesedihan dan keputus asaan.
Kehadiran nenek dan kakek serta keluarga besar untuk
memberikan semangat dan motivasi kepada anak.
Referensi sumber ;
https://unitkesehatan.ipb.ac.id/hari-kanker-anak-sedunia-2025/

Komentar
Posting Komentar